BUKIT SIKUNIR

Sudah dua tahun lebih, Bukit Sikunir menjadi buah bibir seantero dunia, seiring dengan kemajuan internet dan media sosial, termashur dengan keindahan  golden sunrisenya. Yak…. ribuan pengunjung  rela mendaki bukit ini di pagi buta melawan udara dingin yang menusuk sumsum tulang, demi menyaksikan detik-detik terbit matahari dari puncak Bukit Sikunir, yang konon terindah se Asia.


 Bukit Sikunir terletak di Desa Sembungan Kecamatan Kejajar Kabupaten Wonosobo. Desa Sembungan adalah desa tertinggi di Jawa, yakni 2.200 meter dari permukaan laut, sudah merupaka ketinggian suatu gunung. Jadilah Desa Sembungan , desa yang berhawa sangat dingin apalagi di malam hari dan menjelang pagi kadang hingga minus derajat celcius  pada  bulan Agustus. Dan Bukit Sikunir –pun bisa dikatakan bukit di atas gunung.

Menuju Bukit Sikunir, sangat mudah, dari Wonosobo, hanya memerlukan waktu 1 jam saja, karena  dari pertigaan Dieng belok ke kiri, kearah Telaga Warna lurus masih 7 kilometer lagi, untuk sampai di Gerbang Desa Sembungan. Pastikan selalu memperhatikan papan penunjuk jalan, apalagi untuk yang berangkat di dini hari, agar tidak salah jalan. Supaya tidak tertinggal prosesi matahari terbit, dari kota Wonosobo,jangan lebih dari pukul 03.00 WIB.

Sesampai di Gerbang Desa Wisata Sembungan, tak lama lagi ada loket karcis, tempat membeli karcis untuk naik Bukit Sikunir. Dari sini, masih 1,5 kilometer lagi menuju tempat parkir, tepat di bawah Bukit Sikunir. Tempat parkir dengan warung-warung  di tepi telaga yang  menjual makanan dan minuman, mie rebus, gorengan,slayer dan kupluk khas Dieng, akan menyambut kedatangan para pengunjung.

 Dari parkiran, harus berjalan kaki, melewati jalur pendakian berbatu yang telah dibuat sedemikian rupa demi kenyamanan pengunjung, dengan pagar-pagar kayu untuk berpegangan. Ada 2 tempat favorit bagi pengunjung, yang pertama adalah pos sunrise 1, dicapai sekitar 20 menit berjalan,sedangkan puncak sesungguhnya masih  15 menit lagi. Di pos sunrise 1 tempatnya tidak terlalu luas, namun para wisatawan asing lebih suka di sini, karena matahari yang terbit,seakan menjadi lebih dekat. Menjelang terbit matahari, langit di ufuk timur terlihat memerah, kadang membiru. Pengunjung bisa menunggu sambil menikmati cangkir kopi atau jahe panas, tinggal pesan karena ada yang menjual minuman dan kentang goreng.




















 Detik-detik saat matahari menetas, matahari akan muncul di sebelah kiri Gunung Sindoro yang cantik tampak besar menjulang, Gunung Merapi dan Gunung Merbabu tampak juga di kejauhan, menambah keindahan. Awan yang berada di bawah, menjadikan pengunjung benar-benar berada di negeri atas awan.


 Di Puncak Sikunir yang sesungguhnya, areanya lebih luas, bakan dulu para pengunjung boleh mendirikan tenda. Puncak Sikunir ditandai dengan adanya gazebo dari kayu, yang atapnya ada ijuknya. Juga ada batang-batang pohon kelapa yang di tanam, bisa untuk duduk-duduk, dan berpose. Jika mau berkeliling, sebetulnya puncak Sikunir masih cukup luas, dan banyak panorama yang bisa dinikmati, termasuk Telaga Cebong yang indah berkilau, terlihat dari puncak Sikunir.









Comments